Adz-Dzhabi, semoga Allah merahmatinya berkata : Abu Mahdzuroh adalah
mu’adzdzin masjidil haram, dan termasuk sahabat Nabi shallallahu alaihi
wa sallam. Dia termasuk orang yang suaranya merdu
Suatu ketika Nabi menyuruh beberapa orang mengumandangkan adzan secara bergantian
Abu Mahdzuroh berkata, “Aku mendapat giliran terakhir. Ketika usai
mengumandangkan adzan, Rasulullah memanggilku, ‘kemarilah !’ kata
beliau. Rasulullah mendudukkanku di depanya, melepas serbanku, kemudian
mengusap ubun-ubunku, kemudian beliau berdo’a :
اللهم بارك فيه، وأهده إلى الإسلام
“Ya Allah, berkahilah dia dan tunjukkan dia ke jalan Islam”
Beliau memberkahiku hingga tiga kali kemudian bersabda :
اذهب فأذن عند البيت الحرام
“Pergilah, kumandangkan adzan di Baitullah!”
Aku bertanya, “Bagaimana caranya Ya Rasulallah?”
Beliau mengajariku adzan sebagaimana para sahabat. Di waktu shubuh ada kalimat
الصلاة خير من النوم
Dan beliau mengajarkan iqomah dua kali tiap-tiap kalimat
Setelah Nabi mengusap ubun-ubunnya, Abu Mahdzuroh berkata, “Demi Allah, tak akan kupotong rambut ini sampai aku mati.
Benar! Abu Mahdzuroh membiarkan rambut ubun-ubunnya memanjang hingga
separo tinggi badannya hingga beliau kembali ke rahmatullah karena
usapan tangan mulia Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Beliau—semoga Allah meridhoinya—mengumandangkan adzan hingga wafat
tahun 54 H. putranya maju menggantikan beliau, kemudian cucunya, turun
temurun hingga masa Imam Asy Syafi’i
Tentang panjangnya rambut sahabat Abu Mahdzuroh ini, disebutkan dalam Al Mustadrak ala ash shohihain, juz 4 hal 658 :
أن أبا محذورة ، كانت له قصة في مقدم رأسه إذا قعد أرسلها فتبلغ الأرض ،
فقالوا له : ألا تحلقها ؟ فقال : إن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم
مسح عليها بيده ، فلم أكن لأحلقها حتى أموت . لم يحلقها حتى مات
Sesungguhnya Abu Mahdzuroh, mempunyai kisah tentang rambut bagian
depannya yang panjang. Apabila beliau duduk dan menguraikannya, maka
rambutnya menjuntai ke tanah
Teman-temannya berkata, “Mengapa tidak kau potong saja rambutmu?”
“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah
mengusapnya dengan tangan beliau. Aku tak akan memotongnya hingga mati”
Demikianlah, beliau tak memotong rambut yang pernah disentuh tangan mulia Rasulullah hingga akhir hayatnya
Wallahu a’lam bish showab
PANJI ISLAM
Jumat, 17 Oktober 2014
ALLAHUAKBAR MUHAMMAD RASULULLAH
Apakah kamu remaja muslim/muslimah yang
sedang kesulitan untuk memelihara keimanan atau mensyiarkan Islam di
tengah komunitas non muslim? atau mungkin teman-teman kamu sekarang
anak-anak muslim yang ‘terlalu gaul’ sehingga melupakan ajarannya? atau
mungkin saat ini kamu sedang belajar di negara orang yang mayoritas
beragama non islam? Jika demikian, mohon luangkan waktu sedikit untuk
membaca tips-tips berikut ini. Insya Allah ada hal positif yang bisa
membantu kamu
- Luruskan dan niatkan setiap kegiatan kamu hanya untuk Allah SWT.
Kapanpun, dimanapun dan apapun yang sedang kamu lakukan, baik sendirian maupun bersama teman-teman, usahakan selalu mengingat Allah SWT. Berdoalah dan niatkanlah semuanya hanya demi Allah SWT. - Praktekkan selalu apa yang kamu katakan.
Kerjakanlah selalu apa yang kamu katakan pada teman-teman. Yakinkan teman-teman kamu bahwa Islam memang menjadi panduan hidup dan selalu konsisten kamu kerjakan. - Teladani Al-Qur’an dan Sirah Rosulullah SAW dalam mensyiarkan Islam.
Banyak sekali pelajaran mengenai cara syiar Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam yang terdapat di Al-Qur’an dan Sirahnya. Gunakan itu sebagai panduan syiar Islam kamu. - Jangan menilai teman kamu hanya dari wajah atau penampilannya.
Terkadang wajah dan penampilan bisa menipu. Bisa saja teman kamu yang pendiam dan sopan ternyata punya pekerjaan sampingan sebagai penari striptis, atau sebaliknya, bisa saja teman kamu yang nyentrik dan gaul, ternyata adalah seorang muslim yang taat. Hadapilah setiap orang dengan sikap yang sama, seakan-akan kamu belum mengenal mereka. - Tersenyumlah
Banyak sekali kita jumpai muslim yang taat menunjukkan wajah serius bahkan terlihat sebal jika diantara kalangan non muslim. Salah! Seperti kata Pak Mario Teguh, Tersenyumlah! dan perhatikan apa yang terjadi - Ambillah inisiatif pertama jika bepergian bersama mereka.
Usahakan selalu ambil inisiatif pertama jika akan bepergian. Jauhkan teman-teman kamu dari tempat-tempat yang tidak baik. - Tunjukkan pada mereka bahwa Islam itu tetap relevan kapanpun juga.
Banyak orang yang beranggapan bahwa Islam itu kuno dan ketinggalan zaman. Tunjukkan pada mereka bahwa ajaran Islam itu relevan kapanpun juga. - Ajaklah mereka untuk ikut kegiatan sosial bersama kamu.
Ketika ada kegiatan amal atau sosial, ajaklah teman-teman kamu untuk ikut serta. Partisipasi mereka akan banyak berpengaruh positif pada kedekatan kamu dengan mereka, dan terbukanya hati mereka untuk menolong sesama. - Tanyakan kepada mereka 4 hal mendasar.
Pada setiap kesempatan, pancinglah mereka untuk menjawab 4 pertanyaan ajaib ini. Empat pertanyaan ini seringkali dapat dengan mudah mengarahkan pembicaraan kepada Allah dan Islam dengan halus.
a. Apa tujuan hidup kamu dan apa yang membuat kamu bahagia secara jujur dari hati terdalam?
b. Apa sih yang kamu percayai?
c. Kepada siapa seharusnya kita berterimakasih atas semua nikmat ini?
d. Apakah semua keberhasilan kamu sampai hari ini tanpa bantuan orang lain? - Lakukan dan tunjukkan kepada mereka bahwa sholat 5 waktu itu terpenting dari semua kegiatan.
Tunjukkan pada mereka bahwa sholat 5 waktu itu adalah yang terpenting dalam semua waktu kamu. Katakanlah pada mereka bahwa itulah saat-saat kita berhubungan langsung dengan Allah SWT dan saat itu, kita bisa meminta bantuan apapun kepada-Nya. Jika teman kamu sedang menghadapi masalah, ajaklah dia untuk berdoa atau bahkan ikut sholat dengan kamu. - Angkatlah sikap-sikap orang dewasa yang positif di depan teman-temanmu.
Seringkali anak-anak muda menganggap orang dewasa (termasuk orang tua mereka) kuno dan -maaf- ‘bodoh’. Tunjukkan rasa hormat kamu pada orang-orang dewasa dan pujilah sikap orang dewasa yang positif, misalnya: ketika ada yang menolong anak muda lain, atau ketika ada da’i yang memberikan dakwah yang menarik, atau ketika ada yang memberi sumbangan dana untuk bencana, dll. Hal-hal itu tidak hanya akan membuka perspektif baru bagi teman-teman kamu, tapi juga akan membuat mereka lebih hormat pada orang tua mereka. Ingatlah, hormat kepada orang tua sangat dinilai tinggi dalam Islam. - Dukunglah dan bantulah teman kamu yang meneladani atau mulai mengikuti ajaran Islam.
Ketika pada akhirnya ada seorang teman kamu yang tertarik dan berusaha mengikuti ajaran Islam, segera bantu dan dukunglah dia semaksimal mungkin. Hadirlah selalu di dekatnya agar imannya yang masih lemah terus terbina dengan kehadiran kamu.
Semoga hal-hal di atas bisa membantu
kamu. Ingatlah bahwa dakwah itu bukan hak seorang muslim, tapi merupakan
KEWAJIBAN kita. Setiap kita punya tugas untuk mensyiarkan cahaya Islam
kepada siapapun juga, dimanapun kita berada dan siapapun teman-teman
kita. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan meridhoi langkah kita.
Amiiin. Sukses teman-teman
Langganan:
Komentar (Atom)